Selasa, 22 September 2015

KONSEP DAN MODEL KOMUNIKASI MASSA




Bab ini menaruh perhatian pada menjelaskan konsep dasar dari
studi komunikasi massa dan menjelaskan sumber asal dari proses
hubungan antara media massa dan masyarakat yang telah berkembang
lebih dari abad sebelumnya. 3 kumpulan ide adalah sangat khusus
dan penting dari pemikiran dahulu,:

1. Persoalan mengenai Kekuatan dari arti baru dari Komunikasi.
2. Persoalan mengenai Integrasi dan disintegrasi sosial yang mungkin
    terjadi.
3. Persoalan mengenai Pencerahan Publik, yang mana mungkin menjadi
berkembang atau di kurangi.

PANDANGAN SEBELUMNYA TENTANG MEDIA DAN MASYARAKAT

Kekuatan Media Massa

Berkaitan dengan Kekuatan dari Media massa, keyakinan tentang
ini pada awalnya adalah berdasarkan capaian besar dan pengaruh
kemunculan mereka, khususnya pada hubungan terhadap pers surat
kabar yang popular.

Pers yang populer sebagian besar di danai oleh iklan-iklan komersial,
yang isinya menggambarkan cerita-cerita dan berita-berita sensasional,
dan kontrolnya biasanya hanya terkonsentrasi di tangan penguasa
pers yang sangat berkuasa.

Penggunaan berita dan media hiburan oleh Tentara Sekutu pada perang
dunia kedua menghilangkan keraguan tentang nilai propaganda mereka.

Sebelumnya telah ada pegangan dan dasar yang benar-benar kuat
tentang pandangan bahwa publikasi massa sangat efektif dalam
menajamkan opini dan mempengaruhi perilaku. Publikasi massa
juga dapat berpengaruh pada hubungan internasional dan persekutuan
negara-negara.

Integrasi sosial dan Komunikasi

Teori sosial tentang waktu, menempatkan kebutuhan atas bentuk baru dari
integrasi pada permukaan masalah yang disebabkan oleh industrialisasi
dan urbanisasi. Kejahatan, prostitusi, kemiskinan dan penindasan/
penjajahan, dihubungkan dengan meningkatnya keadaan tanpa bentuk,
pengasingan/keterpencilan, dan ketidakpastian kehidupan modern.
Media massa adalah kekuatan potensial untuk kepaduan/keseragaman
sosial yang baru, mampu menghubungkan individu yang tersebar dalam
bangsa-bangsa, kota dan pengalaman setempat/budaya-budaya lokal.

Komunikasi Massa sebagai Pendidik Massa
Semangat pada awal abad 20 mendukung 3 ide tentang komunikasi massa,
yaitu bahwa media

1. Dapat menjadi potensi kekuatan untuk Pencerahan Publik
2. Menambahkan dan meneruskan institusi baru dari pendidikan
   universal/bersama
3. Perpustakaan publik dan pendidikan populer.

Lebih banyak ketakutan daripada harapan sekarang ini lebih disuarakan
tentang pencerahan dari peran media massa utama, ketika mereka makin
kuat dalam mencari keuntungan dalam tingkat kompetisi pasar yang tinggi,
dimana hiburan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dibandingkan
pendidikan dan seni.

Media Sebagai Masalah dan Kambing Hitam

Ada beberapa kejadian yang berturut-turut tentang kepanikan moral
berkaitan dengan media, ketika muncul masalah-masalah sosial yang
sulit di pecahkan dan sulit dipahami. Menjadi paradoks atau tidak,
sudah menjadi biasa bahwa media sendirilah yang telah memperjelas
banyak dari pandangan kekhawatiran ini. Mungkin karena hal-hal
tersebut menegaskan kekuatan media, tapi lebih mungkin karena
hal-hal tersebut sudah menjadi kepercayaan yang populer dan
membantu dalam menjual dan memasarkan surat kabar.

KONSEP MASSA

Pada awalnya penggunaan istilah ini biasanya membawa pemahaman
yang negative. Istilah ini dihubungkan dengan banyak orang atau
orang-orang biasa, biasanya di lihat sebagai tidak terdidik, bebal
dan sangat tidak logis, tidak mau diatur dan malah cenderung ke
arah kekerasan (seperti ketika massa berubah menjadi gerombolan
perusuh) (Bramson, 1961).

Tapi istilah ini bisa juga digunakan untuk pengertian yang positif,
khususnya dalam tradisi masyarakat sosialis, dimana istilah
mengkonotasikan kekuatan dan solidaritas dari orang-orang pekerja
biasa pada saat diorganisasikan untuk tujuan bersama atau ketika
sedang dalam keadaan mengalami penindasan.

Raymond Williams (1961:289) memberikan komentar tentang ini: Tidak
ada yang namanya Massa, hanya beberapa cara dalam melihat
orang-orang sebagai massa.

Konsep Massa dapat diringkas seperti dibawah ini:
1. Kumpulan yang besar
2. Tidak ada perbedaan
3. Terutama sangat bercitra negatif
4. Ketiadaan aturan organisasi
5. Refleksi dari masyarakat kebanyakan

PROSES KOMUNIKASI MASSA

Ciri/keistimewaan yang paling jelas dan nyata dari media massa
adalah mereka di disain untuk menjangkau “yang banyak” (umum).
Hubungan dalam hal ini tidak terelakkan adalah satu arah, satu
sisi, tidak mengenai orang tertentu (umum) dandan ada jarak sosial,
sama seperti jarak fisik antara pengirim dengan penerima informasi.

Hubungan ini tidak hanya asimetris, namun juga memiliki tujuan
 yang kalkulatif dan manipulatif .

Pesan media sebagian besar adalah hasil kerja bertujuan mendapatkan
keuntungan untuk pasar media dan nilai guna untuk penerimanya,
konsumen media. Pesan media ini pada dasarnya adalah sebuah
komoditas dan yang berbeda dalam isi simbolis atas hubungan
komunikasi manusia yang memiliki perbedaan tipe pula.

Satu definisi awal (Janowitz, 1968) tentang Komunikasi massa
dibaca sebagai berikut:

Komunikasi Massa terdiri dari kebiasaan dan cara-cara yang
dilakukan oleh orang-orang yang mengkhususkan diri menggunakan
perlengkapan/peralatan teknologi (mesin cetak, radio, film, etc)
untuk menyebarkan isi simbolis kepada khalayak yang luas,
heterogen dan tersebar luas.

Proses komunikasi massa dapat diringkas sebagai berikut:

1. Distribusi dan penerimaan Informasi dalam skala luas
2. Arus informasi satu arah
3. Hubungan yang asimetris
4. Tidak mengenai seseorang (umum) dan tidak diketahui subyek manusianya
5. Dapat dihitung atau hubungan pasar
6. Isi yang di standarisasikan

MASSA SEBAGAI AUDIENS

Massa sebagai audiens memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Jumlah yang sangat besar
2. Tersebar luas
3. Tidak berinteraksi satu sama lain dan tidak saling mengenal
4. Heterogen/beraneka ragam
5. Tidak terorganisasi atau bergerak sendiri-sendiri
6. Obyek dari pengelolaan dan manipulasi

INSTITUSI MEDIA MASSA

Ciri-ciri dari institusi media adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan utamanya adalah memproduksi dan mendistribusikan isi simbolis
informasi.
2. Media beroperasi pada wilayah public dan mereka diberikan aturan
sedemikian rupa.
3. Partisipasi/keikutsertaan sebagai pengirim atau penerima informasi
adalah sukarela, tanpa paksaan.
4. Organisasinya professional dan memiliki bentuk birokratik.
5. Media adalah kedua-duanya, bebas dan tanpa kekuatan
________________________________________________________________
Cat :





Tidak ada komentar :

Posting Komentar