Senin, 28 September 2015

MODEL KOMUNIKASI


Definisi asli dari komunikasi massa sebagai sebuah proses tergantung
pada sisi objektif dari produksi massal, reproduksi dan distribusi
yang terbagi-bagi pada beberapa media yang berbeda. Dapat dibedakan
empat model proses komunikasi publik, diluar pertanyaan tentang
bagaimana ‘media baru’ seharusnya di konsepsikan, yaitu :


1. Model Transmisi

Hasil penelitian Westley & MacLean adalah bahwa Komunikasi melibatkan
interpolasi/Pengalihan pola pikir dari ‘Peran Komunikator’ yang baru
antara masyarakat dan penerima pesan (audiens). Ada 3 fitur penting
dari model komplit komunikasi massa yang digambarkan oleh Westley &
MacLean yaitu:

1. Menekankan pada peran memilih dari komunikator massa.
2. Bahwa pemilihan didasarkan pada penilaian atas apa yang disenangi oleh
   pemirsa.
3. Komunikasi tidak memiliki tujuan khusus, diluar tujuan akhirnya.

Menurut model ini, komunikasi massa adalah proses pengaturan sendiri
yang diarahkan oleh kepentingan dan permintaan pemirsa yang hanya
dapat diketahui oleh pemilihan dan respons dari pemirsa tersebut
atas apa yang ditawarkan oleh media.

2. Model Ritual atau Ekspresif

Disebut ritual, karena, menurut Carey, komunikasi terkait dengan
keinginan berbagi, partisipasi, asosiasi, persahabatn dan keyakinan
umum. Pandangan ritual tidak diarahkan kepada perluasan pesan dalam
ruang, tapi pemeliharaan masyarakat dalam waktu. Bukan perbuatan
penanaman informasi namun gambaran dalam berbagi keyakinan.

Disebut model komunikasi ekspresif karena penekanannya adalah juga
kepada kepuasan hakiki/intrinsik dari pengirim atau penerima pesan.
Pesan dalam komunikasi ritual biasanya laten dan ambigus, tergantung
pada pengertian/asosiasi dan simbol-simbol yang tidak dipilih atas
kemauan sendiri oleh partisipan dalam komunikasi ini, namun
langsung terjadi dalam kebudayaan. Media dan pesan biasanya sulit
 untuk dipisahkan, dan komunikasi ritual ini relative tidak mengenal
waktu dan perubahan. Contohnya dapat ditemukan dalam seni, agama dan
perayaan-perayaan atau festival publik.


3. Model Publisitas :

Komunikasi sebagai pertunjukan dan atensi
Sering kali tujuan utama dari media massa bukanlah untuk mengirimkan
informasi ataupun untuk menyatukan ekpresi publik dalam hal budaya,
kepercayaan, atau nilai-nilai sosial, namun secara sederhana hanya
untuk menangkap dan menguasai atensi visual atau pendengaran.

Dalam melakukan hal tersebut, media mencapai satu tujuan ekonomi,
yaitu memperoleh keuntungan dari audiensnya (atensi sama dengan
konsumsi) dan secara tidak langsung menjual atensi pemirsanya kepada
para pemasang iklan.

Dalam model ini, pemirsa media hanyalah sebagai penonton belaka,
bukan menjadi partisipan dari proses komunikasi atau penerima
informasi. Sehingga hanya menjadi obyek pasar media.

4. Model Resepsi:

Kode dan Penerimaan Kode dalam Media. Esensi dari Pendekatan resepsi
adalah untuk menemukan asal dan konstruksi dari arti pesan (diambil
dari media) bersama dengan penerima pesannya.

Pesan-pesan dari media selalu terbuka dan memiliki banyak arti dan
di interpretasikan menurut konteks dan budaya penerimanya.

Unsur dari pendekatan resepsi ini ada dua menurut
Hall (1974/1980), yaitu:

1. Komunikator memilih untuk mengkodekan pesan-pesan untuk tujuan-tujuan
institusional dan idelogi dan untuk memanipulasi bahasa dan media
untuk tujuan tersebut.

2. Penerima pesan atau dekoder, tidak memiliki keharusan untuk menerima
pesan sebagaimana yang terkirim, namun bisa menolak pengaruh ideologis
dengan mengambil media yang berbeda atau menjadi pembaca/pemirsa
oposisi, menurut pengalaman dan analisa mereka sendiri.

Prinsip kunci dari model ini adalah :

1. Keberagaman arti dari isi pesan dalam media
2. Keberadaan dari komunitas intepretatif atas pesan-pesan dalam media,
   yang bervariasi
3. Penerima pesan memiliki kekuasaan/keutamaan dalam menentukan arti pesan

KESIMPULAN
Konsep dasar dan model komunikasi yang dijabarkan dalam studi komunikasi
massa, dibangun dengan indikator-indikatornya serta disesuaikan dengan
kondisi perubahan pada industry dimasyarakat. Media telah mengembangkan
dirinya ke dimensi yang global. Dengan keyakinan akan kekuatan publisitas,
kehumasan, propaganda atau lainnya yang memiliki kekuatan ekonomi atau politik.

Dalam menggunakan model komunikasi massa, harus mempertimbangkan tujuan.
Tidak bias menggunakan 1 model dan mengabaikan yang lainnya. Karena
ke 4 model tersebut merefleksikan salah satu aspek dari proses komunikasi.

Model transmisi dan atensi, lebih mengarah pada perspektif industri
media dan para pembujuk, sedangkan model ritual dan dekoding, menyebarkan
sekaligus bertahan terhadapa dominasi media dan menerangkan proses
komunikasi.
_________________________________________________________________________
Cat :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar