Selasa, 22 September 2015

Pengertian Komunikasi Massa Menurut Para Ahli



Komunikasi bersifat dinamis. Manusia sebagai makhluk komunikasi juga
dinamis, sehingga komunikasi senantiasa mengikuti perubahan kebutuhan
dan dinamika kehidupan manusia. Komunikasi menjadi sebuah sistem untuk
berhubungan, berdialog dengan diri sendiri (intrapersonal) dan dengan
orang lain (interpersonal).

Seiring perkembangan zaman, komunikasi menjadi sebuah kebutuhan mutlak
bagi setiap individu, tanpa mengenal usia, jenis kelamin, pekerjaan,
status sosial, dan lain-lain. Tidak mengherankan, setelah kita melewati
zaman industrialisasi, kini kita menghadapi zaman informasi
(information age).

Kebutuhan akan informasi terus meningkat seiring dengan pesatnya
perkembangan dan kemajuan inovasi dan teknologi, demi mencapai
kesejahteraan hidup manusia. Hal inilah yang melatarbelakangi
munculnya berbagai media yang mampu menyebarkan informasi kepada
khalayak luas, dimulai dari media cetak (surat kabar, brosur,
leaflet, dll), media elektronik (telepon, radio, televisi),
hingga media hybrid (internet).

Menurut Rakhmat (2011), definisi yang paling sederhana tentang
komunikasi massa dirumuskan Bittner (1980:10) yaitu, “Mass
communication is messages communicated through a mass medium to
a large number of people” (Komunikasi massa adalah pesan yang
dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang).

Berdasarkan definisi tersebut, dapat diartikan bahwa komunikasi
massa merujuk pada “pesan”, namun menurut Wiryanto (2000) “komunikasi
massa merupakan suatu tipe komunikasi manusia (human communication)
yang lahir bersamaan dengan mulai digunakannya alat-alat mekanik,
yang mampu melipatgandakan pesan-pesan komunikasi”. Dengan demikian,
dapat kita simpulkan bahwa komunikasi massa adalah sebuah bentuk
komunikasi yang memanfaatkan media massa untuk menyebarkan pesan
kepada khalayak luas pada saat yang bersamaan.

Massa dalam hal ini merujuk pada khalayak yang tersebar di berbagai
tempat, tidak terbatas jumlahnya dan anonim. Elizabeth Noelle-Neuman
(1973 : 92) dalam Rakhmat (2011) menyebutkan empat tanda pokok dari
komunikasi massa, yaitu :

Bersifat tidak langsung, artinya harus melewati media teknis
(teknologi media). Komunikasi massa mengharuskan adanya media
massa dalam prosesnya, hal ini dikarenakan teknologi yang membuat
komunikasi massa dapat terjadi.

Dapat dibayangkan bahwa tidak mungkin seseorang melakukan komunikasi
massa tanpa bantuan media massa (teknologi), bahkan bila ia berteriak
sekencang-kencangnya.

Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta
komunikasi. Dalam istilah komunikasi, reaksi khalayak yang dijadikan
masukan untuk proses komunikasi berikutnya disebut umpan balik (feedback).
Namun dalam sistem komunikasi massa, komunikator sukar menyesuaikan
pesannya dengan reaksi komunikan (khalayak luas dalam hal ini).

Komunikasi bersifat irreversible, yang artinya ketika sudah terjadi
tidak dapat diputar balik (diulang). Begitu juga halnya dengan
komunikasi massa. Sebuah informasi yang telah disebarkan, tidak
dapat diputar ulang seperti membuat air menjadi es, kemudian
membuat es menjadi air kembali. Dalam komunikasi massa, publik
atau khalayak hanya menjadi penerima informasi.

Pada saat komunikasi massa dilakukan, khalayak tidak dapat langsung
memberikan feedback untuk mempengaruhi pemberi informasi, dalam hal
ini untuk aliran komunikasi sepenuhnya diatur oleh komunikator.

Namun demikian, dalam komunikasi massa masih terdapat kemungkinan
adanya siaran ulang, yaitu memutar ulang tayangan yang sama dalam
televisi atau radio.

Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas
dan anonim. Komunikasi dengan media massa memungkinkan komunikator
untuk menyampaikan pesan kepada publik yang tidak terbatas
jumlahnya, siapapun dan berapapun orangnya selama mereka memiliki
alat penerima (media) siaran tersebut.

Mempunyai publik yang secara geografis tersebar. Seperti dikemukakan
sebelumnya, komunikasi massa tidak hanya ditujukan bagi sekelompok
orang di kawasan tertentu, namun lebih kepada khalayak luas di
manapun mereka berada. Oleh karena itu, lewat media massa seseorang
atau sekelompok orang dapat melakukan persuasi kepada banyak orang
di berbagai tempat dengan efisien.
______________________________________________________________________
Cat :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar